Pesan dan Advis untuk Perjalanan Haji

Melaksanakan ibadah Haji ke Mekkah di bulan Dhul Hijjah adalah kewajiban untuk setiap Muslim sekali seumur hidupnya. Ibadah Haji, yang merupakan Rukun Islam yang ke lima, adalah kewajiban bagi semua Muslim yang telah sanggup melaksanakannya.

Sedangkan Umrah, yang dilakukan di luar waktu Haji, merupakan ibadah pilihan yang mungkin dilakukan kapan saja dalam setahun. Bawalah selalu kartu bisnis hotel tempat anda menginap di Mekkah dan Madinah. Jika tersesat, anda selalu dapat mengontak hotel anda atau seseorang dengan mudah dapat menolong menunjukkan alamat hotel.

Bertindaklah untuk selalu fleksibel, terutama mengenai transportasi. Walaupun anda telah membayar bus dengan perlengkapan ac, tetapi bisa saja bus yang disediakan untuk anda mungkin tanpa ac. Sedapat mungkin, terimalah dan bergegaslah ke dalam kendaraan yang telah tersedia untuk anda. Melengkapi “arka’an” dengan tepat waktu lebih penting dari pada memasaalahkan hal2 yang sepele.

Kemacetan lalu lintas bisa menjadi sangat berat selama pelaksanaan Haji. Kadang-kadang kendaraan sukar untuk bergerak sama sekali, sehingga berjalan kaki bisa lebih cepat. Menurut pengalaman, perjalanan dari Arafah ke Muzdalifa bisa mengambil waktu 4 jam, padahal jaraknya tidak lebih dari 10 miles.

Bersedialah selalu untuk berjalan jauh, karena itu bawa beberapa pasang sandal atau sepatu yang baik. Kebanyakan sandal dan sepatu modern TIDAK diperbolehkan dipakai selama Ihram.

Kemungkinan besar anda akan tersesat selama perjalanan. Terutama dalam 6 hari pelaksanaan Haji dimana seluruh area di Mekkah, Mina, Arafah dan Muzdalifa kelihatan sangat membingungkan. Tempat-tempat ini kelihatan seperti lautan manusia. Kebanyakan orang hanya menggunakan Ihram dan banyak tenda di setiap tempat. Banyak Jemaah Haji akan kehilangan orientasi dan tersesat.

Kalau anda tersesat, carilah “Pilgrim Assistance Booths” (Pos Bantuan Jemaah Haji) yang terpasang di mana-mana, mereka disewa untuk menolong Jemaah Haji menemukan hotel, tenda, Jamarat atau Masjid mereka.

Untuk rombongan atau grup, dianjurkan untuk menyetujui bersama suatu lokasi yang cukup dikenal untuk tempat berkumpul, jika kemungkinan ada anggotanya yang tersesat.

Tentukanlah suatu tempat untuk bertemu (jika ada anggota yang tersesat) di luar Masjidil Haram di Mekkah. Pilihlah area yang telah dikenal dan mudah terlihat, misalnya Baab Abdul Aziz Gate.

Tentukanlah suatu tempat untuk bertemu di Mina, Arafah dan Muzdalifa. Tempat-tempat ini haruslah cukup dikenal dan mudah diakses. Biasanya banyak Jemaah yang tersesat di dalam keramaian.

Tentukanlah suatu tempat untuk bertemu di luar Masjid di Madinah. Pilihlah tempat yang mudah terlihat.

Untuk menghindari menghabiskan terlalu banyak waktu untuk MENCARI bermacam-macam barang keperluan selama perjalanan Haji, sedapat mungkin sebelum keberangkatan, bawalah barang-barang ini dari rumah. Selama pelaksanaan Haji kebanyakan antrian di toko-toko sangat panjang.

Rencanakan untuk berbelanja barang-barang souvenir SETELAH pelaksanaan Haji selesai, karena harga-harga barang di Mekkah dan Madinah akan lebih murah pada waktu itu.

Walaupun akan banyak dokter atau ahli medis yang cukup bisa berbahasa Inggris, tetapi mungkin anda mendapatkan diri anda berada dalam posisi “triage assessment” (“penentuan triage”). Apa it u triage? Yaitu dengan permintaan yang sangat tinggi (seperti dalam waktu pelaksanaan Haji), tenaga medis diprioritaskan berdasarkan kepada simtom pasien dan tanda-tanda penyakit, tenaga non dokter, yang mungkin tidak fasih berbahasa Inggris, biasanya mengambil alih ini. Karena itu sangat kritikal dalam keadaan ini untuk dapat menterjemahkan simtom keluhan anda secara cepat dan tepat.

Kalau anda masih muda dan kuat , cobalah secara aktif memperhatikan adanya Jemaah yang lebih tua dan lemah dan tolonglah mereka jika keadaan memungkinkan.

Perlakukan Jemaah lain seperti anda sendiri, orang tua anda dan anak-anak anda ingin diperlakukan, yang paling penting ingatlah kata-kata Nabi junjungan kita untuk tidak sekali-kali marah selama pelaksanaan Haji.

Sangat dianjurkan untuk mengambil posisi shalat di barisan terdepan di “Harma’in Shareef” untuk setiap waktu shalat, pergilah lebih awal menuju “Haram Shareef” jika anda ingin shalat di dalam Haram Shareef atau dekat dengan “Ka’ba Shareef”, atau dekat dengan makam “Rauza-i-Aqdas” Nabi Muhammad (SAW) di Madinah.

Untuk setiap waktu shalat, diperlukan kira-kira satu jam untuk memasuki dan mendapatkan tempat di Harma’in Shareef. Pada waktu shalat Jum’at bahkan diperlukan lebih lama lagi untuk memasuki Harma’in Shareef.

Jangan menghalangi pintu atau jalan masuk ke Masjidil Haram dengan melakukan shalat di depannya.

Setiap mendekati masuknya waktu shalat, para Jamaah biasanya telah mulai mengambil tempat di barisan depan. Di Mekkah, walaupun Jemaah lainnya masih menjalani Tawaf, barisan terdepan telah mulai penuh dengan para Jemaah. Hal ini menyebabkan makin sulit untuk mendapatkan tempat shalat. Sebaliknya, semakin sulit pula untuk melakukan Tawaf, manakala telah banyak Jamaah yang memulai duduk.

Jangan menghalangi Jemaah lain yang sedang melakukan Tawaf dengan duduk atau melakukan shalat di sekitar atau dekat Kaaba, ataupun dengan berdiri dekat Batu Hitam atau “Maquamu Ibraheem” pada waktu ramai, karena melakukan ini bisa membahayakan yang lain.

Subhan-u-Allah, selama pelaksanaan Haji, Haram Shareef selalu hidup sepanjang malam. Para Jamaah melakukan Tawaf dan Saiy sepanjang malam.

JANGAN mendorong atau membahayakan jamaah lainnya untuk mencapai “Al-Hajarul Aswad”. Kalau sudah kehendak Allah SWT, anda akan dapat mencapainya tanpa harus membahayakan Jemaah lainnya. Alasan utama mencium batu hitam adalah karena junjungan kita Nabi Muhammad SAW menciumnya. Itu hanyalah sebuah batu saja, dia tidak memiliki kekuatan ataupun unsur mistis lainnya.

Setelah menyelesaikan Tawaf, wajib melakukan shalat dekat “Maquamu Ibraheem”. Akan tetapi, karena sangat banyaknya Jemaah yang masih melakukan Tawaf, jika anda shalat di sini anda dapat cedera serius, terutama jika sedang melakukan sujud. Mungkin ada baiknya jika meminta Jemaah lain untuk mengarahkan yang lainnya sehingga anda dapat menyelesaikan shalat atau melakukan shalat sedikit jauh, dimana lebih sedikit yang melakukan Tawaf.

Di Madinah, setelah shalat Isha “Masjid An-Nabawi” ditutup untuk umum dan hanya dibuka lagi sebelum shalat Tahajjud.

Di dalam Masjid An-Nabawi, ada bagian yang disebut “Rauzatul Janna” atau Taman Surga, yang ditandai dengan karpet berwarna hijau dan putih. Ada yang disebut “Ustuwana” atau “Sutun” (kolom) yang juga merupakan salah satu bagian istimewa di Masjid An-Nabawi.

Bacalah pada buku panduan Haji anda keistimewaan dan kepentingan bagian-bagian ini. Anda perlu menuju ke bagian ini lebih awal sehingga dapat melaksanakan shalat Fardhu, Sunnah ataupun Nafl.

Setiap ruang dan sudut dari Masjid An-Nabawi penuh dengan hikmah dan anugerah. Demikian pula setiap sudut dari Masjidil Haram di Mekkah adalah “afzal” (suatu anugerah).

Area shalat hanya untuk wanita di Masjid An-Nabawi ada di bagian Timur dari kiblat.

Jamaah wanita diberikan waktu-waktu tertentu untuk mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW di Masjid An-Nabawi. Dianjurkan bagi Jemaah wanita untuk mempergunakan sebaik-baiknya waktu-waktu ini.

Anda TIDAK dibenarkan membawa kardus, tas atau plastik belanjaan ataupun tas backpack ke dalam area Harma’in, bahkan kadang-kadang, “musallas” dan botol air minum juga tidak diperbolehkan. Sebaiknya anda tidak membawa barang-barang ini ke dalam Masjid.

Selama musim Haji dan Umrah , jika ada barang-barang yang tertinggal atau tidak bertuan, walaupun hanya sebentar, di Madina, Mekkah, Mina, Arafah, Muzdalifa dsb, barang tersebut biasanya akan diamankan dan diambil oleh petugas dan tidak akan dikembalikan. Karena itu, simpanlah barang-barang anda baik-baik, terutama Al Qur’an, buku, kartu pengenal, uang, “Musalla”, dompet, sandal selalu dengan anda atau dengan seseorang untuk disimpan dengan baik.

Wanita sebaiknya menjauhi pergi ke toilet umum. Banyak kejadian bahwa wanita diserang di toilet umum, elevator bahkan di toko-toko.

Berhati-hati dengan uang anda dan berurusan dengan orang yang tidak dikenal. Telah banyak laporan adanya pencopet.

Menyedihkan tapi benar terjadi, bahkan selama pelaksanaan Haji, ada saja orang yang berusaha menipu dengan cerita-cerita sedih. Semoga Allah SWT memberikan ampunanNya. .

Selanjutnya, ada cukup banyak pencuri dan pencopet (bahkan pada saat melakukan Tawaf dan Saiy). Ikuti kata hati anda untuk kesalamatan dan harta milik anda.

Bersedialah untuk di periksa oleh polisi keamanan, pada saat memasuki Harma’in Shareef. Petugas wanita akan memeriksa Jemaah wanita, petugas laki-laki memeriksa Jemaah laki-laki.

HINDARI pertengkaran dengan polisi dan petugas Saudi. Semoga Allah SWT memaafkan mereka dan kita semua, walaupun beberapa dari mereka bisa sombong, kasar dan menyinggung perasaan.

Ironisnya pos-pos pengaduan untuk Jemaah haji biasanya di duduki kebanyakan oleh petugas-petugas yang hanya bisa berbahasa Arab.

Read more:
Upaya Terpadu Pengawasan Wisatawan terkait Virus Korona

Virus Korona membuat rentan para pelaku perjalanan asing di setiap negara. Meskipun Indonesia belum memiliki penderita virus di dalam negeri Read more

Republik Rakyat Cina

Propinsi Anhui, Cina Seperti Propinsi Henan, bagian Utara Anhui kebanyakan mengikuti kebudayaan Dataran Cina Utara. Dengan aliran sungai Huai He, Read more

Panduan Perjalanan ke Jakarta

Ibukota Indonesia adalah Jakarta yang dijadikan sebagai daerah khusus dan berstatus sebagai provinsi. Sebagai tempat yang begitu penting Jakarta memiliki Read more

Panduan Perjalanan ke Cologne

Cologne, yang terkenal oleh parfumnya, adalah kota terbesar keempat di seluruh Jerman. Ini melintasi Sungai Rhine dan merupakan rumah bagi Read more

Panduan Perjalanan ke Frankfurt

Terletak di pusat geografis di Uni Eropa, Frankfurt adalah pusat transportasi dan finansial penting dengan pengaruh global. Dari kaki langit Read more

Propinsi Anhui, Cina

Tidak ditemukan teori ataupun jejak tentang keberadaan Propinsi Anhui sebelum abad ke 17. Seperti Propinsi Henan, bagian Utara Anhui kebanyakan Read more

enEnglish arArabic baBenggala