Bisnis Buka Kembali di China, tapi Banyak Warga Tetap Tinggal di Rumah

Makin banyak kantor dan toko di Beijing serta bagian-bagian lain di China yang akhirnya dibuka kembali hari Senin (10/2), setelah liburan Tahun Baru Imlek diperpanjang untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus korona baru, tetapi banyak pekerja dan pembeli tampaknya tetap tinggal di rumah.

Otoritas kesehatan masyarakat mengawasi dengan cermat untuk melihat apakah pembukaan kembali bisnis memperparah penyebaran virus, yang telah menginfeksi 40.000 orang lebih di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 900, dengan sebagian besar kasus di China. Bahkan sebelum bisnis perlahan-lahan dan secara hati-hati dibuka kembali, China, hari Senin melaporkan peningkatan kasus baru. Peningkatan ini meredupkan optimisme keberhasilan karantina terhadap sekitar 60 juta orang dan langkah-langkah pengendalian penyakit lainnya.

Para pelajar Indonesia dari Guangzhou, China, tiba di bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang. (Foto: dok). Dua puluh satu WNI yang tiba di Tanah Air dari daratan China hari ini (Senin, 10/2), semuanya dinyatakan sehat dan bebas karantina.

Pemerintah Kembali Pulangkan 21 WNI dari China

Sementara itu, Inggris menyatakan virus tersebut sebuah “ancaman serius dan nyata bagi kesehatan masyarakat” dan mengatakan, jika diperlukan, akan menahan orang yang terinfeksi secara paksa. Perancis memeriksa 45 anak dan orang tua mereka setelah lima turis Inggris terkena virus di sebuah resor ski.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pihaknya masih belum bisa memprediksi ke mana arah wabah itu tetapi yakin masih ada peluang untuk menahannya.

“Dalam beberapa hari terakhir, kita telah melihat beberapa contoh penularan lanjutan dari orang-orang yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China, seperti kasus yang dilaporkan di Perancis kemarin dan Inggris hari ini. Pendeteksian sejumlah kecil kasus ini bisa menjadi pemicu kasus yang lebih besar, namun untuk saat ini, hanya percikan kasus,” ujarnya.

Jumlah korban tewas di China daratan hingga Minggu tengah malam bertambah 97 menjadi 908 dalam 24 jam, dan 3.062 kasus baru dilaporkan, kata pihak berwenang pemerintah China. Jumlah itu naik 15% dari hari Sabtu dan mematahkan serangkaian penurunan kasus harian, yang dikatakan pemerintah menunjukkan keberhasilan tindakan penanggulangan.

Lebih dari 440 kasus telah dikonfirmasi di luar China daratan, termasuk dua kematian di Hong Kong dan Filipina.

Pemimpin China Xi Jinping yang mengenakan masker penutup mulut, mengunjungi pusat kesehatan masyarakat di Beijing. Suhu tubuhnya dipantau dan ia menyampaikan terima kasih kepada petugas kesehatan atas nama Partai Komunis dan pemerintah.

“Kami pasti akan memenangkan perang rakyat ini,” katanya. [my/lt]

Read more:
Pakar Tuding China Tidak Berbagi Info Virus Korona

Enam pekan setelah mengumumkan keberadaan virus baru yang sangat menular dan terkadang mematikan, para pakar menuding China tetap belum berbagi Read more

Beijing, Cina

Ibukota Republik Rakyat Cina adalah Beijing yang juga merupakan satu dari empat wilayah besar utama di Cina. Beijing adalah juga Read more

Setengah Juta Warga China Lakukan Kontak Dekat dengan Pasien Virus Korona

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan hampir setengah juta penduduk China pernah berdekatan dengan orang-orang yang terinfeksi virus korona, yang berasal Read more

Propinsi Anhui, Cina

Tidak ditemukan teori ataupun jejak tentang keberadaan Propinsi Anhui sebelum abad ke 17. Seperti Propinsi Henan, bagian Utara Anhui kebanyakan Read more

Menjelajah Propinsi Fujian, Cina

Nama Propinsi Fujian di Republik Rakyat Cina berasal dari nama kota Fuzhou dan Jianou yang keduanya terletak di pantai Tenggara Read more

Republik Rakyat Cina

Propinsi Anhui, Cina Seperti Propinsi Henan, bagian Utara Anhui kebanyakan mengikuti kebudayaan Dataran Cina Utara. Dengan aliran sungai Huai He, Read more

enEnglish viVietnamese